(Novel Review) Travelova: Days In Yogya Oleh Ervina Dyah Praktikaningrum, Perjalanan Yogyakarta yang Membuat Terlena!
Jalan-jalan ke Yogyakarta lewat literasi? Travelova-in aja ^^
Judul Buku : Travelova; Days In Yogya
Penerbit : Bhuana Sastra
Penulis : Ervina Dyah Praktikaningrum
EISBN :978-623-216-234-1
Halaman : 180
Harga : Rp. 49500 (Gramedia Digital)
Tahun : 2018
Kelumit Cerita
Travelova, merupakan novel ber-genre young adult. Menceritakan kisah cinta, sekelumit karir, dan tema perjalanan perempuan bernama Kayla yang lebih akrab dipaggil Ayla. Seorang reporter dari sebuah majalah bertema wisata dan perjalanan, Travelpedia. Jalinan kisah cinta Ayla dengan sang kekasih, Renal telah berlangsung lama. Hal tersebut membuat Ayla mengabaikan “tidak sehat” nya hubungan mereka, dan memutuskan tetap bertahan di hubungan tersebut. Kalau mengambil istilah yang sering dipakai sekarang ini, toxic relationship. Selain itu, Ayla dan Renal pun telah beralih ke hubungan pertunangan, bertambahlah pendirian Ayla untuk bertahan karena menghindari mempermalukan keluarga, dan masih dengan keyakinan Renal bisa berubah.
Nasehat demi nasehat teman, sahabat yang berada di sekitarnya tidak dihiraukannya. Sampai pada titik pertengkaran dan kekerasan yang dilakukan Renal pada Alya kesekian kali, membuat Alya memutuskan menerima tugas liputan di Yogyakarta sekaligus untuk refreshing sejenak. Di Yogyakarta inilah kisah baru dan perasaan yang baru muncul. Fiko, fotografer pengganti yang bertugas menemani perjalanan liputan Alya di Yogyakarta sekaligus penenteram hati dan pembuka mata cinta baru untuknya.
Tanpa diketahui dan disadari Alya, Fiko dan Renal telah saling mengenal, bahkan terlibat hubungan rumit. Pada akhirnya Alya harus memilih, apakah tetap bertahan dengan toxic relationship nya dengan Renal demi nama baik keluarga atau memilih harapan baru yang sepertinya membawanya lebih hidup.
Review
Novel ini muncul direkomendasi ketika saya akan meminjam buku Resign Almira Bestari di Ipus digital (yang ternyata harus nunggu lagi karena posisi buku yang terus-terusan kosong karena laris peminjam). Tertarik dengan sampul dan judulnya, akhirnya saya memutuskan untuk meminjam novel Travelova: Days In Yogya.
Sepertinya Yogyakarta tidak pernah
ada bosannya untuk menjadi sebuah setting tempat yang menimbulkan romantisme.
Saya pribadi juga sangat tertarik dan tidak akan pernah bosan jika membaca atau
menonton film dengan latar Kota Yogyakarta. Tetapi agaknya kali ini, rasa cinta
saya tidak tumbuh menggelora seperti biasanya. Bukan karena kurang menarik atau
penggambaran kurang pas, tetapi ketika saya membaca penjelasan Fiko yang
mendetail mengenai tempat wisata atau objek yang menjadi liputan Alya, saya
seperti membaca text book. Walau
memang sebenarnya sudah cocok dengan
julukan yang diberikan Dinda, teman Alya untuk Fiko, Wikipedia berjalan. Yeah,
memang seperti membaca Wikipedia haha. Alhasil, kadang saya cepat membalik atau skip beberapa paragraf karena ada rasa bosan.
Dari segi tema dan cerita sangat menarik, objek tempat, romantisme, dan mengangkat kekerasan fisik dalam hubungan cinta Alya Renal. Sepertinya saya bisa sedikit memahami mengapa Alya sulit untuk memutuskan hubungan yang dijalaninya dengan Renal meskipun kekerasan fisik terjadi. Menurut saya, kadang kala memang kita tidak bisa dengan gampangnya berpindah hati meskipun adanya kekerasan dalam hubungan. Bukan karena tidak mau, tetapi memang seperti tidak bisa. Ditambah lagi posisi hubungan yang terjalin sudah cukup lama, kedua orang tua juga terlibat di dalamnya, maka akan semakin sulit untuk membuat keputusan berpisah. Seperti halnya orang jatuh cinta, meskipun harapan untuk bersama sangat tipis, tapi masih bertahan untuk mempercayai kemungkinan bersama, walaupun tipis. Masukan demi masukan hanya akan masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Sebelum kejadian besar terjadi, tidak akan mempertimbangkan masukan yang telah diterima, dan benar kejadiannya seperti itu di novel ini :)
Hal-hal yang mungkin terasa kurang mengena di saya adalah kebetulan kebetulan yang terjadi di cerita. Ada beberapa kebetulan yang mungkin menurut saya agak dipaksakan. Terlebih keterkaitan Fiko dan Alya di waktu lampau, atau pewawancara yang dihadapi Alya pada media harian terkenal di Yogya. Selain itu alur yang kurang nyata runutnya, terkesan kejadian seperti berlangsung cepat dan sekejap. Padahal masalah dan konflik yang ada cukup rumit.
Akhir Kata
Mencari bacaan ringan tapi sedikit merindukan suasana jalan jalan ke objek hits Yogyakarta? Bisa jadi salah satu alternatif bacaan nih. Ga perlu terlalu ngoyo meluangkan waktu, karena ini bisa dibaca di sela rutinitas kesibukan kalian. Halamannya pun tergolong sedikit dan tipis untuk ukuran novel, maka dari itu alurnya tergolong cepat, tapi ya gitu tak terlihat runut. Tokoh yang paling mengena di hati, kali ini tidak ada. Mungkin saya akan berada di antara teman teman Alya yang selalu mengingatkan, tindak kekerasan dalam hubungan itu tidak akan pernah baik dan tidak perlu seberharga itu untuk ditunggu beurubahnya seseorang.
Terimakasih Ervina menyuguhkan cerita berlatar Yogyakarta yang pasti banyak disukai peminat literasi dan Yogyakarta :)
2,5 dari 5 bintang deh ^^
Short review di goodreads ya.

Komentar
Posting Komentar