Langsung ke konten utama

Mimpi Seorang Ibu Rumah Tangga

Assalamualaikum wr. wb.

Alhamdulillah walau hanya sebuah angka masehi, tapi oleh Allah SWT masih diberikan kesehatan untuk memulai kembali kegiatan di tahun yang telah berganti menjadi 2018 ini.
Banyak hal, banyak sekali yang telah terjadi ataupun peristiwa yang tidak sempat terekam di tulisan. Jika dilihat lagi, terakhir kali menuliskan sesuatu saat tahun 2016. Ketika itu status masih belum berubah menjadi ISTRI. Ya, alhamdulillah.
Sekarang hampir satu tahun telah mendapat perubahan status menjadi seorang istri dan bertambah gelar menjadi IBU RUMAH TANGGA.
Bukan hanya status yang berubah, ah bukan perubahan sih lebih tepatnya mungkin bisa dibilang penyesuaian. 
Penyesuaian penyesuaian yang dilakukan ketika menyandang status istri dan yang lebih mencolok, penyesuaian dari sebuah mimpi yang telah bergeser, dari seorang idealis, pemimpi yang ingin melakukan banyak hal di luar rumah, sekarang lebih disesuaikan dengan keinginan meraih mimpi dengan membatasi diri kembali ke fitrah wanita sesungguhnya menjadi seorang ibu rumah tangga.
Apakah seperti bukan saya yang dahulu?
Getol dan keras kepala dengan sebuah keinginan?
Apakah seperti mendapat tekanan akan sebuah perubahan?
Apakah seperti dibatasi menjelajah dunia dan mengembangkan mimpi ketika status berubah menjadi istri?
Alhamdulillah, untuk menjawab semua pertanyaan itu, jawabannya pun hanya satu. Tidak.
Bersyukur saya memiliki suami, keluarga dan lingkup pertemanan yang selalu mendukung dan menghormati setiap harapan dan penyesuaian saya.
Saya pun pelan pelan melakukan penyesuaian itu.
Keinginan dan harapan dari sebuah perubahan status dan penambahan gelar saya, yaitu menjadi seorang ibu rumah tangga yang tetap bisa mengembangkan mimpinya tanpa melupakan fitrah dan kodratnya sebagai wanita.
Menjaga diri, menjadi wanita yang ingin menemani suami hingga Jannah, menjadi seorang ibu yang baik untuk anak anak kami dan berkumpul dengan keluarga di akhirat nanti bersama keluarga.
Apalagi yang diraih di dunia ini selain semua dilakukan karena untuk Allah SWT?
Cukupkan kalimat itu untuk meraih semua mimpi kita :)
Perjalanan meraih mimpi seorang ibu rumah tangga masih sangat panjang, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, rahmat dan ridhonya, aamiin...

Bahagiaku sederhana, apapun yang kulakukan mendapat ridho dari-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Novel Review) Travelova: Days In Yogya Oleh Ervina Dyah Praktikaningrum, Perjalanan Yogyakarta yang Membuat Terlena!

Jalan-jalan ke Yogyakarta lewat literasi? Travelova-in aja ^^ Judul Buku           : Travelova; Days In Yogya Penerbit                : Bhuana Sastra Penulis                 : Ervina Dyah Praktikaningrum EISBN                   :978-623-216-234-1 Halaman               : 180 Harga                    : Rp. 49500 (Gramedia Digital) Tahun                    : 2018 Kelumit Cerita Travelova, merupakan novel ber-genre young adult. Menceritakan kisah cinta, sekelumit...

(Novel Review) Dosbim oleh Liliana Hikari, Bacaan Wajib Mahasiswa Tingkat Akhir Biar Makin Semangat!

Butuh Asupan Semangat Mahasiswa Tingkat Akhir atau Sekedar Nostalgia Masa Perjuangan Sarjana? Wajib Baca Dosbim! Judul Buku  : Dosbim Penerbit       : Gramedia Pustaka Utama - M&C Penulis        : Liliana Hikari ISBN           : ISBN 9786024809218 (Cek sinopsis dan review lain di goodreads) Halaman      : 439 Harga           : Rp. 93.500 (Digital Gramedia) Tahun           : 2020 Kenapa sih Dosbim saya rekomendasikan sebagai bacaan hiburan wajib mahasiswa tingkat akhir? Bisa dibaca deh alasannya direview novel ini. Baca novel "Dosbim" ini sebenarnya tidak sengaja. Muncul di rekomendasi baca pas lagi milih milih novel di Gramedia digital. Karena sepertinya tema kehidupan kampus, saya memutuskan memencet tombol buy deh. Pertama, don't judge a ...

Missing You

Assalamualaikuuumm Pas lagi nulis ini, keadaannya lagi kangen berat nih. Kangen sama sahabat sahabat yang sekarang sudah pada jauh tempat tinggalnya. Dulu jaman masih sering bisa bareng, sering punya kesempatan ketemu, sering pula untuk tidak memanfaatkan menghabiskan waktu bareng. Dan sekarang setelah kepisah, mewek2 kangen. Beginilah manusia, sering lupa pentingnya waktu. Basi-lah tulisan kalau saya nulis "maka dari itu manfaatin waktu sebaik-baiknya, jangan buang percuma" Tapi dengan tidak ada penyesalan, saya membenarkan kata2 yang mungkin memang basi itu. Ku rindu sahabatku yang jauh di sana. Ku rindu sahabatku yang mendengar celotehanku dan kudengar celotehan sederhananya. Ku rindu sahabatku yang mengerti artinya mendengarkan bukab sekedar didengarkan. Uda ah ngoceh dikit tentang sahabat, semoga aku juga bisa memposisikan diri sebagai sahabat untuk sahabat-sahabatku :)