Pernah mendengar atau membaca "Nikmat yang paling sering kita lalaikan adalah kesehatan dan waktu luang"?
Jangan pungkiri, saya pun masih sering seperti itu. Ketika badan ataupun pikiran kita sedang merasa mampu untuk menaklukkan apapun, seringkali kita lupa mensyukuri.
Begitu pula waktu. Waktu terus berputar dan tidak akan pernah bisa kembali.
Bagaimana kita dapat memanfaatkan setiap detik dari 24 jam yang telah Allah berikan pada kita setiap harinya dengan bijak dan bermanfaat?
Kunci utamanya adalah disiplin waktu. Membuat jadwal dan prioritas yang harus dikerjakan menjadi poin penting dalam memanfaatkan waktu untuk setiap kegiatan.
Kita memang dituntut untuk selalu fleksibel dalam melakukan sesuatu, bisa jadi rencana atau jadwal yang telah kita buat tidak terlaksana. Berkata TIDAK untuk sesuatu yang bisa dilakukan setelah kegiatan yang kita prioritaskan tidak ada salahnya. Malah membantu kita untuk terus berdisiplin waktu.
Pasti pernah mendengar istilah "jam orang Indonesia", apakah muncul satu kebanggaan dengan istilah itu? Bukan malu?
Malu sebagian dari iman loh :)
Ditunggu bisa menjadi satu kebanggaan, mungkin bagi sebagian orang. Tapi tidak untuk saya, jujur saya tidak suka menunggu, karena itulah jika saya ditunggu oleh orang lain maka akan muncul perasaan tidak enak pada si penunggu.
Beda soal, jika tidak ada istilah jam orang Indonesia yang identik dengan jam karet. Semua orang berdisiplin waktu, musnahlah kata menunggu ataupun ditunggu :)
Mungkin belum terbiasa saja, saya pun juga sedang belajar untuk berdisiplin waktu. Mengatur 24 jam dalam sehari bisa dilakukan untuk apa saja, tentunya hal yang mengembangkan diri kita menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk orang lain.
Semangat untuk para pembelajar disiplin waktu!

Komentar
Posting Komentar